Selasa, 19 November 2013

Nilai sebuah karya seni



Seringkali para siswa bertanya sebelum karyanya selesai, "Mister berapa kira-kira nilaiku nanti?".
Jika dibilang 60 maka dia akan menghentikan karyanya dan membuat yang lain. Namun jika diberitahu 90 dia akan segera menyelesaikan dan menagih janji. Padahal ketika gambar selesai malah ternyata ngga pas kalo dapet 90.
Ketika kita membuat karya sambil berpikir kira-kira dapet berapa ato dapet apa ato hal prestisius lain yang mungkin akan kita terima maka kita mulai menekan kebebasan kreatifitas kita.
Seni jika dibuat dengan sebuah tendensi maka hasilnya biasanya tidak maksimal.
Namun sebaliknya jika kita sangat menikmati (enjoy) ketika berkarya tanpa sadar kita akan melihat sebuah mahakarya yang kita sendiri sering kagum dibuatnya.
Kog bisa ya aku bikin seperti itu ? Ini bisa terjadi saat seorang sangat menikmati suasana ketika berkarya. Bukan dengan paksaan, bukan dengan tekanan dan bukan pula karena berusaha mengejar sesuatu. contohnya nilai.
Buat anak-anak yang merasa tidak berbakat dalam menggambar fase menikmati seni tidak pernah akan diperoleh. Oleh sebab itu kriteria penilaian tidak bisa disama ratakan dengan mereka yang berbakat kuat.Kasihan mereka yang tidak bisa menggambar apakah akan selamanya mendapat nilai yang di bawah rata-rata.