Senin, 10 Maret 2014

Tarung di ATV Arena

Dengan harga tiket 25.000 kita sudah bisa bermain di ATV dengan tingkat kesulitan yang rendah. Dengan medan yang tidak terlalu besar.

UJI NYALI LEWAT ATV

Inilah para crosser yang telah merasakan panasnya mesin ATV di kaki mereka. Simak aja aksinya.
 
Chrissanta nantang Jesslyn

Para Cowo hunting Durian runtuh

 Daniel sedang melakukan ritual mencari durian matang. Tangan Daniel ngga terasa sakit tuh.

 Para cowo berburu durian yang baru dikirim.
Andre bingung cara bawa durian ke kamar.

 Kleleken durian ya Daniel ? kasihan.

  
Kentnard dan gerombolannya pada mborong Durian. Murah cuma 20 ribuan.

Belanja di toko souvenir

Didekat pengambilan welcome drink ada toko souvenir yang menjual pernak-pernik kecil semacam bando, jepit, pin, ikat rambut dan sebagainya. Sementara kelompok cewek asyik berburu harta karun khas cewe di lokasi ini di lokasi terpisah para cowo lagi hunting kaos dengan tulisan lucu-lucu.

Jalan santai di Bhakti Alam

Hari terakhir kami diajak berkeliling kebun seluas 80 hektar dengan menggunakan kereta kelinci ini.
Fasilitas ini memang biasa diberikan kepada para pengunjung untuk mengenal lebih jauh lokasi Bhakti Alam ini.

Bryan CM sedang memberikan sinyal cinta itu buat yang kanan ato yang kiri ya?
Atau.....buat yang belakang 

Pemberhentian pertama adalah lokasi green house. Disini kami melihat tanaman dan bunga yang dikembangkan di dalam ruang terisolasi. Tetapi karena jalannya sempit beberapa anak enggan masuk.

Samuel nampak bahagia sekali naik kereta kelinci ini.Kami diajak berkeliling kebun sambil dipandu oleh tour guide setempat.

pernah sekali aku pergi
dari jakarta ke surabaya
untuk menengok nenek disana
mengendarai kereta malam

cuk kicak kicuk kicak kicuk kereta berangkat
cuk kicak kicuk kicak kicuk hatiku gembira

kebetulan malam itu cuacanya terang bulan
kumelihat kiri kanan oh indahnya pemandangan
sayang tak lama kantukku datang
hingga tertidur nyenyak sekali

wahai ketika aku terbangun
rupanya haripun sudah pagi
hingga tiada aku sadari
aku tlah tiba di surabaya

cuk kicak kicuk kicak kicuk kereta berhenti
cuk kicak kicuk kicak kicuk hatiku gembira 

Kembali ke lokasi parkir traktor kami diberi "Welcome drink" yang berupa jus markisa.




Aroma Kandang Sapi

 Cherylin sangat geli saat menyentuh susu sapi dan dalam waktu cepat dia langsung lari ketakutan.

 Michelle Lee kecanduan memerah susu sapi.

 "Lho kog ngga keluar ya?" kata Mileani

 Antre di jalan keluar meninggalkan kandang yang bau kotoran sapi. Disinilah Mr. Agus terbanting karena licin. 

 Tunggu giliran di tengah guyuran air hujan.

 Group ini jalan terus melewati kandang sapi menuju pengolahn keripik singkong.

 Wu Jiang mencoba keberuntungannya memerah sapi.

 Bryan Naga cukup telaten dalam urusan susu sapi

 Hareaaaaaksi 

 Perhatikan gaya Devi yang aduhai saat dilirik sapi pejantan tangguh

 "KOkok Hubert, sebisa mungkin jangan tinggalin adik Tutik ya bawa aku ke kandang manapun

Lewati jembatan kecil ini kami menuju tempat pembuatan keripik....sapi ???

Hujan mengguyur tiap sore

 Menurut para penjaga Bhakti Alam Nongkojajar tiap jam 13 atau 14 selalu hujan jadi mau nggak mau setiap siswa harus membiasakan diri dengan kondisi yang kurang nyaman tersebut.
Pengumuman pertama adalah memakai sepatu di setiap kegiatan dan juga mencatat setiap keterangan yang diberikan para pemandu. Namun gara-gara hujan lebat peraturan itu harus dirombak deh. Bayangin kalo pake sepatu dalam kondisi basah dan besok belom tentu kering juga dipake lagi maka sakit masuk angin dan demam pasti akan terjadi.
Kondisi tersebut memaksa anak-anak untuk selalu sedia jas hujan kemanapun mereka pergi di atas jam 13.00

 Sean Reno menanti pemberangkatan ke kandang sapi

 Connie dan Felicia Teddy menunggu jemputan kereta kelinci

Ini yang paling dandy dan flamboyan, Ciscus